Bantuan Langsung Tunai
(BLT) dan Peningkatan Ekonomi Rakyat
A.
PENDAHULUAN
A.1
Latar Belakang
Banyaknya
penduduk Indonesia tidak akan lepas dari kata kemiskinan. Kepadatan penduduk,
tingkat pendidikan yang rendah, tingkat usia yang tidak produktif serta kurang
memadainya lapangan pekerjaan merupakan faktor-faktor kemiskinan di Indonesia.
Inilah permasalahan Indonesia, jika dibandingkan dengan negara-negara tentangga
seperti Malaysia dan Singapore yang perkonomiannya yang sudah cukup baik,
Indonesia masih harus meningkatkan perkonomian rakyatnya. Kemiskinan di
Indonesia bukanlah suatu kesalahan pemerintah atau pun masyarakatnya, ini
adalah masalah yang harus diselesaikan dengan kerja dan tanggung jawab bersama.
Banyaknya
penduduk Indonesia merupakan salah satu faktor besarnya, hal ini telah
diantsipasi oleh pemerintah dengan program 2 anak lebih baik. Walaupun ini
belum berjalan baik tapi setidaknya sedikit menarik pertumbahan penduduk
Indonesia. Lalu bagaimana dengan tingginya jumlah masyarakat Indonesia yang
sekarang ? Bagaimana dengan mereka yang sudah berada di usia non-produktif ? Pemerintah
memilih dengan mengeluarkan program Bantuan Langsung Tunai.
A.2
Rumusan Masalah
Program
Bantuan Langsung Tunai telah dipilih pemeritah sebagai langkah dalam
meningkatkan ekonomi masyarakat Indonesia, namun permasalahnya adalah bagaimana
pelaksanaan program BLT yang dikuarkan pemerintah? apakah sudah efektif?
Bagaimana seharusnya langkah yang diambil dalam rangka meningkatkan perkonomian
rakyat ?
B.
PEMBAHASAN
B.1
Program Bantuan Langsung Tunai (BLT)
Bantuan
Langsung Tunai (BLT) merupakan kebijakan pemerintah dengan pemberian sejumlah uang (dana tunai) kepada
masyarakat miskin setelah pemerintah memutuskan untuk menaikkan harga BBM
dengan jalan mengurangi subsidi namun selisih dari subsidi itu diberikan kepada
masyarakat miskin. Pada Tahun 2008 Pemerintah melanjutkan skema program
pengurangan subsidi BBM dari bulan Juni
sampai dengan Desember 2008 dalam bentuk program BLT tanpa syarat kepada
Rumah Tangga Sasaran (unconditional cash transfer) sebesar Rp.100.000,-
per bulan selama 7 bulan. Sebelumnya telah didata Rumah Tangga Sasaran yang pasti merasakan beban berat sebagai akibat dari
kenaikan harga BBM.
BLT yang idealnya harus memenuhi
tugas hakikinya yakni membantu masyarakat miskin dengan dasar hukum InPres
No.3/2008, memiliki tujuan mulia yang digariskan secara yuridis formal di dalam
Petunjuk Teknis (Juknis) Penyaluran BLT untuk RTS tahun 2008 sebagai berikut:
- Membantu
masyarakat miskin agar tetap dapat memenuhi kebutuhan dasarnya
- Mencegah
penurunan taraf kesejahteraan masyarakat miskin akibat kesulitan ekonomi
- Meningkatkan tanggung jawab sosial bersama.
Pemerintah memprioritaskan tanggung jawab dalam pelaksanaanya dan
diharapkan dapat menjangkau semua masyarakat yang membutuhkan BLT.
Namun pada kenyataannya banyak kasus-kasus dalam membuktikan bahwa program
BLT tidak berjalan dengan baik diantaranya tidak meratanya pembagian BLT,
terbukti dari kasus seorang janda berusi 65 tahun yang hidup dalam rumah 4x5
meter yang tidak mendapatkan dana BLT, hal ini menarik perhatian masyarakat
yang simpati tentunya. Belum lagi pendataan yang salah oleh lembaga terkait ada
salah seorang yang terdata sebagai penerima BLT namun sudah meniggal, namun
orang terdekatnya umu kulsum dengan membawa keterangan surat kematian mengatasnamakan
orang tersebut untuk mengambil dana BLT. Belum lagi pengurangan dana BLT
100.000 dari 300.000 menjadi 200.000 yang diungkapkan untuk dana yang dipotong
akan digunakan untuk masyarakat yang belum mendapatkan BLT. Dan adanya kalangan
mampu yang mengantri BLT, seorang ibu-ibu yang menggunakan kalung, anting dan
perhiasan emas lainnya dan juga seorang yang tidak membawa bukti surat kartu
keluarga.
Dari peristiwa diatas dapat kita evaluasi bahwa program BLT ini tidak
berjalan dengan efektif. Banyaknya masalah-masalah dan tidak tercapainya tujuan
dari program BLT tersebut dan dampak yang diberikan pun belum sebaik harapan.
Bantuan langsung tunai mungkin membantu perkonomian masyarakat namun hanya
sementara dan tidak menyeluruh dan merata. Namun semua ini bukan lah kesalahan
penuh pemerintah, pemerintah telah merancang, menyusun dan menjalankan
kebijakan tersebut. Hanya saja tanggung jawab dan kesadaran masyarakat dan
aparatur yang masih belum terbangun dengan baik. Masyarakat harusnya lebih
memiliki jiwa nasionalis dan empati, menyadari mana yang hak dan kewajiban,
begitu juga pihak-pihak terkait pelaksanaan tersebut harusnya lebih jujur,
bertanggung jawab atau tidak mengambil keputusan sendiri. Semua ini dibutuhkan
kerja sama yang baik antara pemerintah, pihak yang mejalankan, dan juga
masyarakat itu sendiri. Keterbatasan dan kurang keakuratan data pun menjadi
salah satu faktor penghambat dalam pelaksanaan program BLT ini.
B.2 Perkonomian
di Indonesia
Indonesia memanglah negara yang kaya akan hasil buminya, hasil bumi
Indonesia melimpah dan bernilai tinggi. Kekayaan bumi Indonesia menjadi sorotan
negara-negara lain. Namun mengapa masih ada kemiskinan di bumi kita pertiwi
ini?
Peningkatan pendidikan sangatlah penting, jika Indonesia ingin
meningkatkan perekonomian rakyat maka haruslah miningkatan mutu pendidikan
dengan membekali masyarakat Indonesia dengan ilmu, pemahaman dan pelatihan yang
baik. Dengan begitu peningkatan mutu taraf hidup masyarakat pun dapat tercapai.
Peningkatan perkonomian rakyat juga dapat dilakukan dengan pembukaan lapangan
pekerjaan. Dengan kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki serta tersedianya
lapangan pekerjaan yang memadai tentunya ini dapat menyelesaikan permasalaan
ekonomi rakyat. Dengan kekayaan alam yang melimpah seharusnya masyarakat
Indonesia dapat mengolah dan menggunakan sebaik-baiknya. Lebih mencintai produk
dalam negeri sehingga dapat meningkatkan devisa negara. Jika semua ini dapat
berjalan dengan baik tentunya Indonesia tidak lagi menjadi negara yang
berkembang melainkan menjadi negara yang maju.
C. PENUTUP
C.1 Kesimpulan
Progaram bantuan langsung
tunai (BLT) belumlah tercapai dengan baik dan masih salah sasaran. Banyak
kesalahan dan masalah yang ada dalam pelaksanaanya yang tidak terantisapasi dan
tertangani dengan baik. Program BLT hanya membantu masyarakat sementara dan
tidak menyeluruh. Setiap program memiliki kekurangan dan kelebihan tapi
bagaimana baiknya meminimalisasikan kekeruangan tersebut dan memperbaikinya.
Tanggung jawab dan kerja sama antara pemerintah, aparatur, dan masyarakat
sangatlah penting. Tanpa itu semua tidak dapat berjalan dengan baik.
Peningkatan program pemerintah tidak hanya dapat dilakukan dengan hal tersebut
tetapi juga membutuhkan peningkatan dalam hal pendidikan dan penyedia lapangan
pekerjaan yang memadai. Masih ada cara yang efektif dalam peningkatan
perekonomian rakyat, seperti pembukaan lapangan pekerjaan untuk usia produktif,
peningkatan mutu pendidikan, dan program BLT dapat diberikan hanya kepada
kalangan masyarakat di golongan non produktif.
C.2 Harapan
Dengan
adanya program BLT diharapkan kesadaran masyarakat meningkat, dan tidak
mengandalkan adanya program tersebut. Pemerintah pun harus lebih teliti dalam
hal pendataan dan juga harus dipilih aparatur yang bertanggung jawab dan
bertanggung jawab dalam melaksanakan tugasnya.
