Jumat, 04 Juli 2014

Prograam Bantuan Langsung Tunai



Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Peningkatan Ekonomi Rakyat

https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRX4Q9fk1WaRtZJvDuH6SITZ7NiJV1FrHVvaKAgj0b_6ISH5Fcj

A.    PENDAHULUAN
A.1    Latar Belakang
Banyaknya penduduk Indonesia tidak akan lepas dari kata kemiskinan. Kepadatan penduduk, tingkat pendidikan yang rendah, tingkat usia yang tidak produktif serta kurang memadainya lapangan pekerjaan merupakan faktor-faktor kemiskinan di Indonesia. Inilah permasalahan Indonesia, jika dibandingkan dengan negara-negara tentangga seperti Malaysia dan Singapore yang perkonomiannya yang sudah cukup baik, Indonesia masih harus meningkatkan perkonomian rakyatnya. Kemiskinan di Indonesia bukanlah suatu kesalahan pemerintah atau pun masyarakatnya, ini adalah masalah yang harus diselesaikan dengan kerja dan tanggung jawab bersama.
Banyaknya penduduk Indonesia merupakan salah satu faktor besarnya, hal ini telah diantsipasi oleh pemerintah dengan program 2 anak lebih baik. Walaupun ini belum berjalan baik tapi setidaknya sedikit menarik pertumbahan penduduk Indonesia. Lalu bagaimana dengan tingginya jumlah masyarakat Indonesia yang sekarang ? Bagaimana dengan mereka yang sudah berada di usia non-produktif ? Pemerintah memilih dengan mengeluarkan program Bantuan Langsung Tunai.
A.2      Rumusan Masalah
Program Bantuan Langsung Tunai telah dipilih pemeritah sebagai langkah dalam meningkatkan ekonomi masyarakat Indonesia, namun permasalahnya adalah bagaimana pelaksanaan program BLT yang dikuarkan pemerintah? apakah sudah efektif? Bagaimana seharusnya langkah yang diambil dalam rangka meningkatkan perkonomian rakyat ?

 

B.     PEMBAHASAN
B.1      Program Bantuan Langsung Tunai (BLT)
 Bantuan Langsung Tunai (BLT) merupakan kebijakan pemerintah dengan  pemberian sejumlah uang (dana tunai) kepada masyarakat miskin setelah pemerintah memutuskan untuk menaikkan harga BBM dengan jalan mengurangi subsidi namun selisih dari subsidi itu diberikan kepada masyarakat miskin. Pada Tahun 2008 Pemerintah melanjutkan skema program pengurangan subsidi BBM dari bulan Juni  sampai dengan Desember 2008 dalam bentuk program BLT tanpa syarat kepada Rumah Tangga Sasaran (unconditional cash transfer) sebesar Rp.100.000,- per bulan selama 7 bulan. Sebelumnya telah didata Rumah Tangga Sasaran yang pasti merasakan beban berat sebagai akibat dari kenaikan harga BBM.
  BLT yang idealnya harus memenuhi tugas hakikinya yakni membantu masyarakat miskin dengan dasar hukum InPres No.3/2008, memiliki tujuan mulia yang digariskan secara yuridis formal di dalam Petunjuk Teknis (Juknis) Penyaluran BLT untuk RTS tahun 2008 sebagai berikut:
-   Membantu masyarakat miskin agar tetap dapat memenuhi kebutuhan  dasarnya    
- Mencegah penurunan taraf kesejahteraan masyarakat miskin akibat kesulitan ekonomi
-  Meningkatkan tanggung jawab sosial bersama.
Pemerintah memprioritaskan tanggung jawab dalam pelaksanaanya dan diharapkan dapat menjangkau semua masyarakat yang membutuhkan BLT.
Namun pada kenyataannya banyak kasus-kasus dalam membuktikan bahwa program BLT tidak berjalan dengan baik diantaranya tidak meratanya pembagian BLT, terbukti dari kasus seorang janda berusi 65 tahun yang hidup dalam rumah 4x5 meter yang tidak mendapatkan dana BLT, hal ini menarik perhatian masyarakat yang simpati tentunya. Belum lagi pendataan yang salah oleh lembaga terkait ada salah seorang yang terdata sebagai penerima BLT namun sudah meniggal, namun orang terdekatnya umu kulsum dengan membawa keterangan surat kematian mengatasnamakan orang tersebut untuk mengambil dana BLT. Belum lagi pengurangan dana BLT 100.000 dari 300.000 menjadi 200.000 yang diungkapkan untuk dana yang dipotong akan digunakan untuk masyarakat yang belum mendapatkan BLT. Dan adanya kalangan mampu yang mengantri BLT, seorang ibu-ibu yang menggunakan kalung, anting dan perhiasan emas lainnya dan juga seorang yang tidak membawa bukti surat kartu keluarga.
Dari peristiwa diatas dapat kita evaluasi bahwa program BLT ini tidak berjalan dengan efektif. Banyaknya masalah-masalah dan tidak tercapainya tujuan dari program BLT tersebut dan dampak yang diberikan pun belum sebaik harapan. Bantuan langsung tunai mungkin membantu perkonomian masyarakat namun hanya sementara dan tidak menyeluruh dan merata. Namun semua ini bukan lah kesalahan penuh pemerintah, pemerintah telah merancang, menyusun dan menjalankan kebijakan tersebut. Hanya saja tanggung jawab dan kesadaran masyarakat dan aparatur yang masih belum terbangun dengan baik. Masyarakat harusnya lebih memiliki jiwa nasionalis dan empati, menyadari mana yang hak dan kewajiban, begitu juga pihak-pihak terkait pelaksanaan tersebut harusnya lebih jujur, bertanggung jawab atau tidak mengambil keputusan sendiri. Semua ini dibutuhkan kerja sama yang baik antara pemerintah, pihak yang mejalankan, dan juga masyarakat itu sendiri. Keterbatasan dan kurang keakuratan data pun menjadi salah satu faktor penghambat dalam pelaksanaan program BLT ini.
             B.2     Perkonomian di Indonesia
Indonesia memanglah negara yang kaya akan hasil buminya, hasil bumi Indonesia melimpah dan bernilai tinggi. Kekayaan bumi Indonesia menjadi sorotan negara-negara lain. Namun mengapa masih ada kemiskinan di bumi kita pertiwi ini?
Peningkatan pendidikan sangatlah penting, jika Indonesia ingin meningkatkan perekonomian rakyat maka haruslah miningkatan mutu pendidikan dengan membekali masyarakat Indonesia dengan ilmu, pemahaman dan pelatihan yang baik. Dengan begitu peningkatan mutu taraf hidup masyarakat pun dapat tercapai. Peningkatan perkonomian rakyat juga dapat dilakukan dengan pembukaan lapangan pekerjaan. Dengan kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki serta tersedianya lapangan pekerjaan yang memadai tentunya ini dapat menyelesaikan permasalaan ekonomi rakyat. Dengan kekayaan alam yang melimpah seharusnya masyarakat Indonesia dapat mengolah dan menggunakan sebaik-baiknya. Lebih mencintai produk dalam negeri sehingga dapat meningkatkan devisa negara. Jika semua ini dapat berjalan dengan baik tentunya Indonesia tidak lagi menjadi negara yang berkembang melainkan menjadi negara yang maju.


C.    PENUTUP
C.1            Kesimpulan
                  Progaram bantuan langsung tunai (BLT) belumlah tercapai dengan baik dan masih salah sasaran. Banyak kesalahan dan masalah yang ada dalam pelaksanaanya yang tidak terantisapasi dan tertangani dengan baik. Program BLT hanya membantu masyarakat sementara dan tidak menyeluruh. Setiap program memiliki kekurangan dan kelebihan tapi bagaimana baiknya meminimalisasikan kekeruangan tersebut dan memperbaikinya. Tanggung jawab dan kerja sama antara pemerintah, aparatur, dan masyarakat sangatlah penting. Tanpa itu semua tidak dapat berjalan dengan baik. Peningkatan program pemerintah tidak hanya dapat dilakukan dengan hal tersebut tetapi juga membutuhkan peningkatan dalam hal pendidikan dan penyedia lapangan pekerjaan yang memadai. Masih ada cara yang efektif dalam peningkatan perekonomian rakyat, seperti pembukaan lapangan pekerjaan untuk usia produktif, peningkatan mutu pendidikan, dan program BLT dapat diberikan hanya kepada kalangan masyarakat di golongan non produktif. 


C.2            Harapan
                  Dengan adanya program BLT diharapkan kesadaran masyarakat meningkat, dan tidak mengandalkan adanya program tersebut. Pemerintah pun harus lebih teliti dalam hal pendataan dan juga harus dipilih aparatur yang bertanggung jawab dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar